jump to navigation

Akal rasio dan logika October 14, 2009

Posted by akuhadi in Human.
trackback

Adanya perbedaan antara kalkulasi AKALI dengan dinamika realitas… Jika akali tidak mengandaikan adanya kalkulasi fix, konsisten, dan terukur… maka realitas bisa sebaliknya… Realitas bisa dinamis, fleksibel dan mengandaikan adanya logikanya sendiri yang sangat tidak bisa diukur oleh bahasa akal… Immanuel Kant pernah mengkritik orang yang tidak bisa membedakan antara noumena dan fenomena… ato antara RASIONAL dan LOGIS (orang banyak tidak mampu memilah dua kategori yang berbeda ini)… Jika pada tataran wilayah rasional semua harus terukur berdasarkan logika kausalitas dan bisa dieksperimantasikan serta diverifkasi secara empiris-faktual (seperti kerja IPTEK), maka wilayah logis sebaliknya tidak seperti itu. Menurut bahasa LOGIK mungkin saja SINGA (ato binatang lain) bisa berbicara dengan MANUSIA meski RASIONALITAS menentang hal tsb. karena tidak ada dalam kenyataan (lihat kasus FILM SIMBA or NARNIA). Namun, itu mungkin TERJADI dan ada buktinya… Mengapa…? Karena hal tsb. ada LOGIKAnya sendiri (temen2 yang bergelut di dunia Cinematika mengerti cara kerja ini)… Jadi binatang bisa bicara itu LOGIS (ato orang yang bisa nyebur-nyebur dan tembus BIS spt. IKLAN MINUMAN) smua bisa terjadi karena ia mempunyai basis pengandaian LOGIKAnya sendiri (logik terjadi), meski menurut bahasa RASIONALITAS tidak mungkin/mustahil, bohong, impossible, khayalan dll. karena bertentangan dengan ukuraran AKAL RASIONAL, tidaknyata/bullshit, tidak bisa dieksperimentasikan dan diferivikasi secara faktual dalam alam nyata (fakta empiris)… but… itu terjadi dalam dunia REALITAS… so janganlah KITA dengan MUDAH memastikan 100% BENAR/SALAH terhadap sesuatu yang bukan kewenangan KITA untuk menjustifikasinya… Jika begitu, ANDA sudah memasuki wilayah teologis dan mengambil peran TUHAN (karena DIA KUASA) dalam memungkinkan segalanya di dunia ini…

Sumber : Comment dari jangan serakah.com
Alex
July 22, 2008 at 8:34 AM
%d bloggers like this: